Sejarah Corona

12/01/2011

Toyota Corona adalah mobil kelas menengah yang dibuat oleh Toyota Motor Corporation dari tahun 1957 sampai 2001. Untuk pasar export Corona juga dipasarkan dengan nama Carina, dan ini berbeda dengan Carina asli yang hanya dijual di Jepang.

Corona yang paling popular berbentuk Sedan 4-pintu. Model Coupe 2-pintu dibuat antara tahun 1967 dan 1989. Model lainnya adalah Liftback, Station Wagon, dan Van.

Generasi Pertama (1957-1959)

Corona ST10 bermesin 995 cc adalah mobil sedan kecil yang diproduksi Toyota pada waktu itu, karena Corolla belum ada, dan untuk kelas yang lebih besar sudah ada Crown. ModeLine Wagon juga diproduksi.

Generasi Kedua (1960-1964)

Corona PT20 lebih besar dari model pendahulunya, dan mirip dengan sedan buatan Eropa pada jamannya. Generasi ini juga dipasarkan dengan nama Toyopet Tiara.

Generasi Ketiga (1964-1969)

Mulai generasi ini Corona dipasarkan secara massal di berbagai negara di dunia. Model yang tersedia adalah Sedan 4-pintu, Hardtop Coupe 2-pintu, Sedan 5-pintu (semi wagon yang mirip Liftback), Station Wagon, dan Van. Mesin yang digunakan berkapasitas 1500 cc.

Corona adalah Toyota pertama yang dijual secara resmi di Inggris, dan model ini juga sukses di Amerika.

Model sport 1600GT diluncurkan untuk pasar Jepang pada tahun 1967. Model Sedan mewah yang disebut Corona Mark II hadir pada tahun 1968.

Pada generasi ini, juga pernah dibuat Corona berbentuk pick-up.

Generasi Keempat (1970-1974)

Corona RT80-series Sedan dan Wagon, serta RT90-series Hardtop Coupe jauh lebih besar dan lebih modern dari generasi sebelumnya. Ini adalah mobil kelas menengah yang sukses. Model Sedan dan Wagon bermesin 1500 cc, yang kemudian muncul facelift 1600 cc. Model sport Hardtop Coupe bermesin 1700 cc.

Corona ini adalah model yang pertama kali secara resmi dijual di Indonesia, dan dirakit secara lokal. Corona Sedan memiliki lokasi tutup tangki bensin yang unik yaitu dibalik plat nomor belakang.

Generasi Kelima (1974-1978)

Corona seri T100 diproduksi dalam bentuk 4 pintu sedan, 2 pintu hardtop coupe, dan 4 pintu station wagon dengan mesin 1.6, 1.8, dan 2.0 liter. Model facelift di Amerika Utara menggunakan mesin 2.2 liter. Performa tinggi 2000 GT sedan dan Hardtop Coupe dengan mesin 18R-G twincam hanya dilansir di Jepang. Tampilan muka merevisi kap dan kisi-kisi serta pemberian lampu besar di bagian belakang. Tipe wagon menggunakan panel body kayu.

Generasi Keenam (1978-1982)

Corona generasi ini hadir dengan bentuk body yang agak kotak tetapi elegant. Menggunakan platform T130, Corona tersedia dalam versi Sedan, Hardtop Coupe, Wagon, dan model baru yang dilansir pada tahun 1979 yaitu Liftback 5 pintu. Model facelift memiliki bagian depan miring dan lampu belakang baru. Di Indonesia Corona generasi ini hadir dengan mesin 2000 cc pada tahun 1979, dan versi facelift dengan mesin 1800 cc pada tahun 1981.

Generasi Ketujuh (1981-1991)

Corona T140-series yang berbentuk kotak adalah generasi terakhir yang berpenggerak roda belakang (rear wheel drive). Corona ini dipasarkan di Jepang, Asia, Australia, dan Amerika Latin, dan tidak dijual di Eropa, Amerika Utara, dan Indonesia.

Corona CT141 bermesin diesel banyak digunakan untuk taxi di Singapore dan Hong Kong sampai pertengahan tahun 1990-an.

Generasi Kedelapan (1983-1987)

Ini adalah Corona pertama berpenggerak roda depan (front wheel drive). Di Jepang dan beberapa negara lain, Corona T150-series ini disebut Corona FF untuk membedakan dengan Corona lama yang masih dijual. Mulai sekarang Corona dipasarkan di Eropa dengan nama Carina, meskipun berbeda total dengan Carina T150-series yang hanya dijual di Jepang.

Di Indonesia, Corona ini tersedia dalam model GL dan versi facelift yang disebut EX Saloon bermesin 4A 1600 cc.

Generasi Kesembilan, Carina II (1988-1992) & Corona Coupe (1986-1989)

Corona Coupe T160-series berbasis Celica notchback coupe. Perbedaaanya terletak dibagian depan, dimana Corona menggunakan lampu kotak fixed yang menggantikan lampu retractable (pop-up) pada Celica. Corona Coupe bermesin 1600cc, 1800cc, dan 2000 cc. Model yang paling mahal adalah 2000 GT-R bermesin 3S-GE.

Corona T170-series Sedan, Liftback, dan Wagon dipasarkan di Eropa dengan nama Carina II. Di Jepang juga dijual Carina yang pada generasi ini sangat mirip dengan Corona, dan hanya berbeda lampu depan, grille, dan lampu belakang.

Corona Super Roomy dengan wheelbase yang lebih panjang adalah versi semi-limousine yang hanya dijual di Jepang dalam jumlah yang terbatas.

Generasi Kesepuluh, Carina E (1992-1997)

Corona T190 lebih besar, lebih lega, dan lebih solid dibanding model sebelumnya. Pertama kali diperkenalkan dalam pameran Geneva Auto Show 1992 dan dipasarkan di Eropa dengan nama Carina E. Ini adalah model yang sukses di Eropa.

Di Jepang, Corona dibuat dalam trim level GX, Select Saloon, EX Saloon, dan EX Saloon G. Model Liftback disebut Corona SF.

Di Indonesia, generasi ini disebut Corona Absolute, sedangkan di Thailand dan Taiwan dikenal dengan nama Corona Exsior.

Meskipun dibuat sebagai mobil sedan keluarga kelas menengah, T190 juga tangguh dalam motorsport. Corona yang dimodifikasi oleh TOM’S menjuarai Japanese Touring Car Championship (JTCC) tahun 1994. Sedangkan di Eropa, Carina E berpartisipasi dalam British Touring Car Championship (BTCC), dan berhasil menjadi juara balap touring di Belgia dan Portugal. Hal yang menarik adalah dalam balap ketahanan Spa Francorchamps di Belgia tahun 1993, dimana Carina E menduduki posisi ke-7, di belakang 6 Porsche dan di depan 3 Porsche lainnya.

Generasi Kesebelas (1996-2001)

Diberi nama resmi Corona Premio, T210-series adalah Corona terakhir di Jepang, yang dijual dalam trim level Premio Standard 1.6, Premio E 1.8, dan Premio G 2.0. Model 1.8 juga tersedia dengan 4WD.

Generasi Keduabelas, Avensis (1998-2002)

T220-series adalah Toyota Avensis yang dibuat khusus untuk pasar Eropa, dan dijual di beberapa negara Amerika Latin dengan nama Corona. Di Yunani, T220 untuk mobil pribadi disebut Avensis, dan yang bermesin diesel untuk taxi disebut Corona.

Sumber : Wikipedia

15 Comments

  • Ricko says:

    Salam kenal Om,
    Saya pengguna Corabs tahun 96 A/T, mungkin ada teman2 yang punya sama, bisa dong sharing2 info mengenai perawatan dan perbaikannya.

    Makasih ya..

    Ricko

  • rio says:

    salam kenal juga om
    kayanya banyak ya yang pake matic di club,. silakan untuk ikut bergabung dengan Corona Indonesia Club,. yang pada minggu 1 dan 3 suka pada ngumpul di STC,. silakan juga kontak no nya humas CIC,. ato gabung di millist juga
    semoga betah mas

  • Shinchi Shiro says:

    Emmm… Om, carina..premio..avensis..disebutin, camry koq gak ada Om. Caldina jg blon ada om. Di Wiki berbahasa inggris sih keliatan tuh Om, ternyata penggunaan nama corona diberbagai sales region Toyota gak seragam. Ada yg pakein judul corona,carina,and camry. So, menurut saya ada baeknya kita melihat klo Judul Camry yg ada di Indo sebenernya adalah successornya corona, alias corona nyang ganti nama Om. Gimana Om, pendapat Om?? Oh iya om, sy jg mengkritik jika dikatakan Corona adalah mobil kelas menengah. Untuk ukuran kantong orang kita Indonesia nih Om, corona/camry adalah mobil mewah disetiap jamannya Om. Selalu berkompetisi dengan kelas Accord untuk Honda. Mohon pencerahannya ya Uumm…makaciihh ;)

    • admin says:

      Betul sekali Om. Saya hanya mengupas dari Wikipedia berbahasa Indonesia (yang mungkin belum terupdate) tapi secara garis besarnya kita jadi tahu sejarahnya Corona sampai ada di Indonesia. Terima kasih kritikannya Om, yang dimaksud adalah Corona dibuat untuk pasaran kelas menengah melengkapi mobil-mobil toyota sebelumnya seperti Corolla, Mark II dan lainnya, dan sayangnya untuk membuat persaingan antar tipe mobil dari dalam merk Toyota sendiri tidak telalu ramai, label ‘Corona’ di stop dan nama ‘Camry’ yang di pertahankan sampai sekarang.
      Mungkin Om ada pendapat lain….silahkeun dikemukakan di sini

    • Jejeh says:

      yup camry memang mengantikan posisi corona untuk di Indonesia. tapi kl dibilang Camry itu didesign oleh toyota jepang untuk menggantikan Corona rasanya tidak tepat juga soalnya setahu aku camry itu kelahiran amerika alias dulu di design oleh lexus (merek toyota di amrik) dan ternyata sukses di pasaran. dan kebetulan camry ini kelasnya paling deket ke Corona. mungkin menurut Toyota jepang daripada design upgrade Corona mendingan kita terusin Camry aja jadi coronanya di stop. hihihi tapi ini cuman analisa sotoy sih bisa aja meleset jauh

  • bhurutz says:

    Sy punya corona at171 tahun 1991 1600cc dibanjarmasin kalimantan selatan susah banget Cari parts tolong bantu rekomendasi toko spareparts di JKT yg punya stock parts powetstering bisa contact sy ke 0511 7424945 rudy trims brother semua

  • Eko says:

    @ Bhurutz :Coba Om contact Si Mbah Wiwi ini nomernya 0818910653

  • yahya says:

    salam kenalbuat semua: kalau cic bekasi kontal personnya siapa ya? mau ikut gabung nih walaupun corona ku sdh lawas.

  • denny says:

    salam kenal
    tanya dong om
    corex 86 matik kl pake ac dijalan suka mati.tp nga lama hidup lg.kl pk ac alam normal.capedeh…
    trus lampu oli kl digas nyala kl dilepas mati?korslet kali ya?
    overal…lumayan enak..cuma spedo mati,shok blkg kanan jln pving agak jduk/bunyi.knalpot/mesin bunyi bikin pusing.apa karna knalpot ngebrong yaa?mau tuneup surabaya khusus cic dimana ya
    helppppp

  • arief says:

    salam kenal. gmana sih cara ngrawat mesin biar gak cepet panas

  • arief says:

    klo mau masuk member CIC ada syaratnya gak sih? makasih

  • gede says:

    Klo corrona yg tahun 1964 – 1969 generasi ketiga masih ada gak kira kira :D tampangnya keren uey ….

  • weningchristianto says:

    Tolong bantuannya dong tuan-tuan
    corona saya tahun 89 masalahnya adalah kalo mobil sedang jalan kira-kira 2 jam pas lagi gas di angkat kok mati ya dan di stater hidup lagi sudah belanja banyak nih tapi gak ada hasil…

  • ridwan says:

    bos saya mau gabung di club cic corona, mbl saya corona abs thn 96. contac person nya ada gaa yaa mau nanya2 aja gmn cara msk comunitas cic.

  • hans says:

    saya punya mark ii th 83, aku dapet per ceper. aku mau standarin ke per standart. bagi ada yang jual spiral saya diinfo set depan belakang harga berapa. bisa hubung hans di pin bb 7474220d. sekalian jika ada shockbreker set depan mau saya ganti. udah waktunya ganti. jika ada sih wilayang semarang atau jawatengah. tks all.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *