Archive for the ‘Pengetauan Otomotif’ Category

Saat yang Tepat Mengganti Posisi Gigi

Sunday, June 29th, 2008

Saat yang Tepat Mengganti Posisi Gigi

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menghemat bahan bakar. Di antara yang penting adalah mengubah budaya mengemudi dengan mengganti posisi gigi yang tepat dengan memperhatikan putaran mesin.

Kebiasaan sering mengganti gigi yang tidak sesuai dengan kecepatan mobil, selain memperpendek usia kanvas kopling, juga membuang bahan bakar sia-sia. Untuk itu biasakanlah mengganti gigi sesuai dengan kecepatan mobil. Jangan memaksa menggunakan gigi transmisi tinggi saat mobil berjalan pelan.

Salah satu cara membuat konsumsi BBM yang efisien adalah melakukan pergantian gigi (transmisi) yang tepat, yaitu pada saat mesin mencapai torsi maksimum (momen maksimum). Karena itu, yang perlu diperhatikan adalah data teknis mobil. Lihat keterangan mengenai Torsi Maksimum (torque maximum) di manual book yang diberikan saat membeli mobil. Biasanya, tertulis dengan satuan feet/lbs, feet-pounds, atau Newton meter (Nm). Masing-masing mesin memiliki torsi maksimum yang berbeda. Biasanya, angka torsi (momen) selalu dikaitkan dengan angka putaran mesin (RPM).

Misalnya, data pada manual book tertulis torsi maksimum 200 Nm pada 3750 rpm. Ini berarti momen tertinggi sebesar 200 Nm, terjadi saat mesin berputar sebanyak 3750 per menit.

Berdasarkan data ini, berarti sebaiknya pengemudi melakukan perpindahan gigi saat rpm menunjukkan angka 3750. Angka RPM dapat dilihat di tachometer yang berada pada dashboard mobil.

Angka RPM di tachometer juga penting diperhatikan tidak hanya saat pergantian gigi ke posisi yang lebih tinggi. Saat kendaraan melaju di jalan, pertahankanlah putaran mesin pada kisaran torsi maksimum tersebut. Karena pada saat itulah suplai BBM sangat sesuai dengan tenaga yang dihasilkan mesin dan tenaga yang dibutuhkan untuk menggerakkan mobil.

Selain memboroskan bahan bakar, penggantian posisi gigi pada saat yang tidak tepat juga berdampak pada kerja kanvas kopling. Perangkat ini merupakan penghubung antara mesin dan roda untuk menggerakkan total beban kendaraan, selama komponen ini bekerja sesuai fungsinya maka usia pemakaiannya juga akan panjang

Cara Halus Gunakan Mobil Matic

Sunday, June 29th, 2008

Cara Halus Gunakan Mobil Matic

Mobil jenis matic menjadi andalan untuk digunakan di kota besar yang lalu lintasnya padat. Yang perlu diperhatikan saat menggunakan transmisi. Cara halus perlu dibudayakan agar mesin mobil awet.

Cara halus ini sangat penting karena efek gaya yang kasar dapat mempengaruhi respon mesin. Pengoperasian yang kurang tepat, lama kelamaan dapat membuat tenaga mesin terbuang percuma.

Dampak terhadap turunnya performa terkait dengan kekeliruan memindahkan transmisi baik dari posisi D (maju) ke R (mundur) maupun sebaliknya, dari R ke D. Bila setelah memajukan mobil lalu Anda ingin mundur, jangan langsung menggeser transmisi. Tunggu sampai roda berhenti. Demikian pula sebaliknya.

Pemindahan posisi transmisi tanpa menunggu kendaraan berhenti kerap terjadi pada umumnya karena si pengendara sedang terburu-buru. Padahal, menunggu sejenak bukanlah pekerjaan sulit. Justru akan jauh lebih menguntungkan. Apalagi bila menghitung kerugian yang dapat muncul akibat gaya berkendara sekasar itu.

Pemindahan langsung semacam itu sama saja dengan membenturkan komponen-komponen dalam sistem transmisi pada waktu yang tidak tepat. Dua efek buruk yang lama-kelamaan akan terjadi, seperti munculnya suara berisik. Suara tak normal ini, umunya terdengar saat perpindahan gigi, mulai masuk gigi, maupun saat kendaraan berjalan.

Selain itu, tenaga mesin menjadi juga terasa kurang responsif. Ini dikarenakan kemampuan kopling meneruskan daya dari mesin ke penggerak roda menjadi berkurang. Penyebabnya karena kampas kopling maupun kampas rem di gear box aus.

Keausan juga dapat terjadi pada roda gigi percepatan. Pemindahan ke posisi R atau D saat roda masih berputar mengakibatkan gesekan pada celah (backlash) roda gigi. Celah ini lama kelamaan bisa semakin besar. Celah yang besar itulah yang kemudian mengakibatkan bunyi di sistem transmisi.

3 Kondisi Aman Berkendara

Sunday, June 29th, 2008

3 Kondisi Aman Berkendara

MENGEMUDI merupakan aktivitas sangat berbahaya. Namun tidak banyak pengemudi yang menyempatkan diri untuk mengkaji risikonya. Ada 3 kondisi yang perlu dikaji untuk mencapai rasa aman ketika berada dijalan.

Hal-hal yang perlu dikaji adalah kondisi kendaraan, manusia, dan lingkungan (journey management).

Ketiga kondisi tersebut harus dikaji secara benar, bila salah satu element yang ada tidak memenuhi standard keselamatan sebaiknya perjalanan ditunda terlebih dulu untuk mencegah terjadi hal yang tidak kita inginkan, bila route yang akan digunakan dilewati berulang-ulang sebaik route tersebut di kaji dahulu, hal ini sangat penting untuk memaksimalkan operasional kendaraan dan menghindari ketidaktahuan akan adanya ancaman bagi para pengemudi.

Selain itu perlu juga dipahami konsep mengemudi aman atau defensive driving. Istilah atau konsep ini makin sering didengar seiring bertambahnya jumlah mobil.

Selain itu, kita juga sering mendengar istilah safety driving. Konsep ini wajib untuk selalu kita ingat-ingat karena sangat berguna bagi keselamatan berkendara.

Berbeda dengan safety driving yang pengertiannya lebih mengarah ke kemampuan atau skill pengendara, defensive driving lebih lebih mengarah kepada pola, sikap, mental, serta perilaku pengendara.

Dari sekian banyak hal yang perlu diperhatikan, ada 4 poin yang sangat penting terkait dengan defensive driving, yaitu waspada, kesadaran (aware), sikap, dan mental, serta antisipasi.

Kewaspadaan menjadi faktor utama yang menjamin keamanan. Bila sikap waspada dibudayakan, pengemudi akan bertindak benar dalam menghadapi pengendara lain yang mungkin saja ugal-ugalan.

Tidak kalah penting adalah kesadaran. Sebagai pengemudi kita harus memiliki pengetahuan mengenai berkendara yang baik, benar dan aman. Pengetahuan dan pemahaman yang tepat dalam hal berkendara dengan benar dan praktis, akan meminimalisir potensi celaka di jalan raya.

Poin sikap dan mental lebih menegaskan pentingnya cara pandang bahwa sebagai pengendara kita tidak boleh egois dan mau menang sendiri. Yang harus kita utamakan adalah kepentingan umum. Pengemudi yang memiliki sikap dan mental baik, bersedia saling bergantian bila mendapati antrian di jalanan.

Antisipasi menjadi poin pamungkas. Sebagai pengendara kita harus belajar membuat skenario berkendara yang baik sebagai evaluasi setiap kali berkendara. Antisipasi yang tepat juga sangat mempengaruhi keselamatan berkendara.

Paling tidak, bila kita konsisten menjalankan keempat poin itu, akan bermanfaat bagi jaminan keselamatan pribadi. Itulah sebabnya, defensive driving terus disosialisaikan. Harapannya, jika semakin banyak pengemudi yang menerapkan konsep ini, pengaruhnya nanti tentu berimbas ke ketertiban berlalu lintas.

Mesin Mobil Tidak bertenaga, Kenapa ya?

Sunday, June 29th, 2008

Mesin Mobil Tidak bertenaga, Kenapa ya?

Saat digunakan, seringkali mesin mobil terasa kurang bertenaga. Penyebabnya bisa banyak faktor, namun kondisi fuel filter yang kotor patut dicurigai sebagai penyebab.

Alasannya, saringan bensin rentan tertutup endapan dari bensin sehingga suplai untuk pembakaran akan terganggu. Karena itu, fuel filter perlu dibersihkan secara berkala. Biasanya setiap jarak tempu kendaraan 5.000 km. Sementara untuk menggantinya, lakukan setiap 10.000 km.

Penggantian perlu dilakukan rutin mengingat bahan dasar saringan bensin adalah kertas. Di kertas inilah terdapat pori-pori untuk menyaring bahan bakar. Lama kelamaan pori-pori tersebut kian rapat sehingga bahan bakar sama sekali sulit menembusnya.

Memeriksa dan mengganti saringan bensin akan lebih ringan ketimbang memperbaiki kerusakan yang ditimbulkan bila fuel filter tidak bekerja dengan baik. Sebagai saringan, peran saringan bensin bagi kerja mesin sangat besar. Komponen ini dapat menghentikan kotoran dan air yang mungkin terkandung dalam bahan bakar.

Jika sringan bensin tidak ada, material perusak itu dapat menerobos ke sistem pembakaran. Dampaknya pembakaran tidak sempurna karena bahan bakar bisa saja mengandung banyak air. Emisi gas buang pun tidak ramah lingkungan. Kedua, kandungan air atau kotoran yang ada di bahan bakar juga bisa mengakibatkan kerusakan (keausan) pada komponen-komponen yang dilaluinya. Misalnya, karat pada dinding-dinding cylinder block. Bila keausan ini terjadi, akan memicu kebocoran pada ruang bakar.

Perlu diperhatikan juga kondisi tangki bensin. Bensin berwarna kuning berkarat, biasanya disebabkan oleh tangki bahan bakar yang kotor. Hal ini disamping karena umur, bisa juga disebabkan tangki pernah dibongkar dengan las karbit atau dicuci dengan air. Untuk memberísihkan tangki yang kotor seharusnya pakai bensin. Tangki bensin yang sering kali diisi tidak penuh, memiliki kemungkinan bercampur dengan air sangat besar. Ini dikarenakan udara dalam tangki saat malam hari dapat menghasilkan embun atau titik-titik air sehingga dapat membuat tangki berkarat. (diolah dari berbagai sumber)

Mengapa Mesin Mobil Perlu Dipanaskan?

Sunday, June 29th, 2008

Mengapa Mesin Mobil Perlu Dipanaskan?

Memanaskan mesin mobil yang biasa dilakukan setiap pagi merupakan tindakan yang perlu dikakukan. Pemanasan mesin cukup dilakukan paling lama 5 menit dan tidak perlu menginjak pedal gas secara berulang-ulang atau langsam.

Memanaskan dengan cara langsam atau membiarkan terlalu lama, hanya akan membuang-buang bahan bakar dan tidak memberikan hasil maksimal terhadap kerja mesin.

Untuk mengetahui kondisi mesin sudah mencapai temperatur kerja yang bagus, bisa dilihat melalui indikator temperatur. Apabila posisi jarum sudah menunjukkan setengah berarti, waktu memanaskan mesin sudah cukup.

Di antara manfaat-manfaat pemanasan mesin adalah pembakaran bahan bakar di ruang bakar menjadi sempurna dan mesin akan bekerja optimal. Bahkan, pemanasan mesin juga membantu memperlambat keausan mesin.

Dengan pemanasan, kita memberi kesempatan pada oli untuk bergerak ke bagian-bagian mesin yang perlu dilumasi. Sehingga oli siap melancarkan pergesekan antarlogam saat mesin bekerja keras, ini yang membantu mencegah keausan.

Pemanasan juga membuat mesin bekerja seoptimal mungkin. Optimalisasi ini terjadi karena pemanasan dapat mengurangi potensi kebocoran kompresi.

Bagian-bagian komponen mesin pasti berada pada temperatur tinggi, ada bagian tertentu yang memang tidak dibuat presisi. Para desainer sengaja menciptakan celah di mana celah ini secara otomatis akan berkurang (menjadi presisi) ketika komponen itu terkena suhu panas. Ini yang kemudian mengurangi terjadinya kebocoran kompresi.

Kebocoran kompresi otomatis membuat tekanan kompresi pada mesin menurun. Akibat penurunan tekanan kompresi, temperatur mesin tidak mampu membakar campuran bahan bakar dan udara dengan sempurna. Ketika campuran tersebut tidak terbakar dengan sempurna, tenaga yang dihasilkan mesin pun tidak optimal.

Pembakaran yang tidak sempurna bukan hanya mengakibatkan tenaga mesin kurang optimal. Tapi juga membuat mesin lebih boros bahan bakar. Ini sudah jelas karena dalam kondisi mesin masih dingin, supply bahan bakar harus lebih besar agar tetap terjadi pembakaran. (diolah dari berbagai sumber)

Meminimalisir Emisi dengan Memeriksa Komponen Mobil

Sunday, June 29th, 2008

Meminimalisir Emisi dengan Memeriksa Komponen Mobil

Tak dipungkiri lagi, kendaraan merupakan salah satu penyumbang emisi terbesar. Kini berbagai negara giat membuat regulasi untuk menekan dampak buruk polusi udara. Sebenarnya dampak buruk emisi dapat dilakukan dengan pengecekan beberapa komponen mobil.

Dari sisi teknologi, pabrikan mobil sudah berusaha menekan efek buruk gas buang kendaraan. Sekarang dapat kita temui mobil-mobil yang dilengkapi dengan VVT-i, Catalytic Converter, atau Exhaust Gas Recirculation (EGR), bahkan sistem Electronic Fuel Injection. Semua diperuntukkan agar emisi gas buang jauh lebih ramah lingkungan.

Mengurangi emisi sebenarnya juga dapat dilakukan dengan mengatur campuran udara dan bahan bakar saat idle. Gunakan idle mixture adjusting screw pada sistem karburator atau dengan mengatur besarnya tahanan pada variable resistor untuk kendaraan sistem injeksi. Untuk kendaraan yang sudah dilengkapi dengan catalytic tidak diperlukan penyetelan karena sudah secara otomatis diatur oleh komputer berdasarkan oksigen sensor.

Saat pengapian, dapat dilakukan dengan mengatur posisi rumah distributor (untuk kendaraan yang masih menggunakan distributor) dan untuk kendaraan yang tidak dilengkapi dengan distributor, atau kendaraan yang satu coil-satu silinder atau satu coil untuk dua busi, secara otomatis sudah diatur oleh komputer.

Selain itu celah katup yang tidak sesuai juga dapat menyebabkan jumlah bahan bakar yang masuk ke mesin berlebihan atau berkurang. Akibatnya, ada sebagian bahan bakar yang terbuang ke udara luar. Untuk itu disarankan penyetelan setiap 10.000 km, atau untuk kendaraan yang sudah dilengkapi dengan valve lifter hydraulic lakukan pemeriksaan lifter apabila timbul bunyi kasar.

Dalam memilih bahan bakar kadar oktan penting diperhatikan, gunakan bahan bakar dengan nilai oktan yang sesuai. Pemakaian nilai oktan yang tidak sesuai akan menimbulkan knocking atau keterlambatan pembakaran yang akan mengakibatkan polusi udara.

Kondisi komponen-komponen yang aus atau kotor juga berpengaruh terhadap kandungan emisi gas buang. Komponen yang aus akan berakibat kerja komponen tersebut tidak maksimal. Contoh, busi yang aus akan menghasilkan bunga api yang kecil, sehingga bahan bakar tidak akan terbakar semua. Akibatnya sisa bahan bakar yang tidak terbakar terbuang ke udara luar dan jadilah polusi. Sedangkan komponen yang kotor akan menghambat aliran udara, aliran bensin.

Pengaruh gaya berkendara dengan emisi gas buang juga jelas. Sebab, gaya berkendara menentukan boros tidaknya konsumsi bbm. Semakin boros konsumsi bbm berarti semakin banyak polutan yang dilepas lewat knalpot kendaraan. (diolah dari berbagai sumber)

Tekanan Udara Yang Pas

Sunday, June 29th, 2008
Menjaga tekanan udara yang pas dalam ban adalah cara paling efektif untuk memelihara ban itu. Dalam tempo satu bulan saja tekanan udara dalam ban dapat berkurang hingga 5 kilo. Itulah sebabnya Anda harus teratur memeriksa tekanan udara ban-ban Anda. Ban-ban itu tidak boleh kekurangan ataupun kelebihan tekanan udara.
Kekurangan tekanan ban (under-inflation) adalah musuh terbesar bagi ban Anda. Kondisi ini mempercepat tipisnya alur ban di bagian luar (bahu) ban. Selain itu, ban juga menjadi panas dan ketahanannya berkurang. Tidak kalah pentingnya adalah pemakaian BBM yang lebih boros karena tahanan jalan lebih besar. Ban-ban yang kempis membuat mobil harus bekerja lebih keras.
Sebaliknya, kelebihan tekanan juga merusak ban. Kalau tekanan terlalu kuat, bagian tengah telapak ban harus menanggung berat kendaraan Anda dan hal ini mempercepat kerusakan dan keausan yang tidak merata. Keausan dalam bentuk apapun akan memperpendek umur ban-ban Anda.

Untuk menentukan tekanan yang pas, bacalah manual kendaraan Anda. Petunjuk ini juga ada di sisi belakang pintu pengemudi atau di dalam laci dashboard. Bila Anda membeli ban baru, mintalah petunjuk dari dealer tentang tekanan yang benar. Periksa tekanan ban setidak-tidaknya sekali dalam sebulan, dan gunakan pengukur tekanan ban yang berkualitas.

Teknik dasar Nge-Drift

Sunday, June 29th, 2008

Teknik dasar Nge-Drift

Drifting bisa dilakukan dari tiga jenis teknik dasar yaitu:
Yang pertama adalah dengan mengandalkan kopling. Saat mendekati tikungan, driver menahan kopling, kemudian meningkatkan rpm dan downshift. Kemudian ia melepas kopling secara mendadak sehingga terjadi ”ledakan” tenaga yang bisa membuat ban belakang sampai kehilangan traction. Ini adalah teknik drifting yag paling dasar, namanya clutch-kick drift.

Teknik yang masih menggunakan kopling adalah shift lock drift. Caranya adalah saat mendekati tikungan, driver menurunkan transmisi dan memperkecil rpm sehingga drivetrain akan melambat. Kemudian ia melepas kopling tiba-tiba sehingga ban belakang kehilangan kecepatan dan kehilangan traction juga.

Selain dengan koplig, driftng juga bisa dilakukan dengan mengandalkan rem. Yang pertama adalah E-brake drift. Driver membelokkan mobilnya kemudian langsung menarik rem tangan untuk mengunci ban belakang dan bagian belakang mobilnya akan nge-drift. Ini juga salah satu tekik driting paling dasar.

Cara yang kedua adalah breaking drift. Driver membelokkan mobilnya sambil mengerem untuk mendorong berat mobil ke bagian depan, kemudian ban belakang mobil akan kehilangan beban dan pastinya kehilangan traction. Disini akan digunakan kombinasi rem dan perseneling untuk mempertahankan drift tanpa mengunci ban belakang.

Cara lainnya adalah long slide drift. Di atas track lurus yang panjang, driver memacu mobilnya diatas 160 km per jam, kemudian tiba-tiba menarik rem tangan. Hal ini akan menyebabkan drifting dengan sliding yang panjang. Teknik yang cukup sulit dan butuh keakuratan yang tinggi

Initial dalam Drift

Sunday, June 29th, 2008

1. HANDBRAKE DRIFT difficulty level : LOW
Teknik pake rem tangan ga’ susah, kaya’ di film FFTD “just use your hand brake” khe2. Biasanya orang yang pake’ teknik ini, pedal handbrake mobil standart diganti, biar kalo ditarik ga’ ngunci. Caranya injek kopling, belokin stir, tarik handbrake saat deselerasi bwat ngilangin traksi roda blakang dari jalan, kalo bokong mobil dah ngerasa nggeser lepas handbrake, lepas kopling+injek en atur gas but jangan lupa bwat counter steer biar seimbang en ga’ spin. Kekurangan dari handbrake drift biasanya speed langsung drop.

2. POWER OVER DRIFT difficulty level : MEDIUM LOW
Intinya mobil yang dipake harus punya torsi yang gede biar traksi roda blakang bisa pecah. Saat belok, tinggal injek pedal gas dalem2. kalo mang mobilnya kuat, pasti ngeslide. Nah klo udah ngeslide tinggal atur gas ama counter steer aj.

3. KANSEI DRIFT difficulty level : MEDIUM LOW
Kata lainnya accel off drift, saat lagi kenceng2nya mobil belok tiba2 mengangkat kaki dari pedal gas. Hal itu bikin distribusi bobot mobil pindah kedepan dan otomatis bikin bokong mobil nggeser, saat itu kembali ijek+atur gas en counter steer biar seimbang en ga’ spin. sebenernya ini teknik dasar banget biar drifter bisa ngerasa’in gimana cara ngendali’in mobil, gimana cara memindahkan beban en biasanya dilakuin di tikungan yang ga’ begitu tajem.

4. BRAKING DRIFT difficulty level : MEDIUM
Kalo udah biasa kansai, drifter biasanya beralih ke braking drift. Saat belok selain dekelerasi, dengan nginjek pedal ram dalem2 distribusi bobot pindah kedepan otomatis traksi ban blakang ilang, tinggal atur gas ama couter steer. Biasanya braking drift dipake’ kalo belokan aga’ tajem.

5. FEINT DRIFT difficulty level : MEDIUM
Nah, ini njelasinnya aga’ repot, feint biasanya teknik yang dipake para perelly. Feint drift kaya’ efek pendulum, jadi bawa mobil kearah berlawanan dari tikungan, trus tiba2 balik ke arah tikungan. Kalo dibayangin, kaya’ mbuang bokong mobil biar ngeslide. Sisanya tinggal atur gas ama counter steer.

6. CLUTCH KICK difficulty level : MEDIUM HIGH
Teknik ini digunakan untuk memicu drift tanpa mengurangi kecepatan. Caranya saat belok injak kopling sambil full throttle en revving mesin, baru lepas kopling. Proses harus dilakukan sekedip mata agar mesin ga’ over-rev. Yup! teknik ini berpotensi untuk ngerusak sistem drive train mobil, terutama kopling. teknik ini dipakai harus dengan penggantian kopling kompetisi.

7. SHIFT LOCK DRIFT difficulty level : MEDIUM HIGH
Hampir sama ama cluth kick, hanya bedanya drifter memindah gigi lebih rendah untuk menurunkan rpm lalu lepas kopling untuk melambatkan roda blakang agar oversteer. Sama ama cluth kick, teknik ini berpotensi untuk ngerusak sistem drive train mobil. Untuk shift lock yang rawan jebol gearboxnya.

8. MANJI DRIFT difficulty level : HIGH
Wuh! ini dia teknik ekstreem drift. Manji sendiri diambil dari simbol religius yang dikenal sebagai “reverse swastika”, karena mobil bagaikan pena diatas aspal. Dijalan lurus bagian blakang mobil dibuat bergoyang2 ke kanan dan kekiri, oversteer perlahan dari sisi ke sisi yang lain dengan perpaduan pengaturan gas+counter steering. teknik ini meninggalkan jejak zigzag di aspal sebelum akhirnya masuk ke tikungan.

Buat drifter profesional, teknik2 yang ada mereka kombinasi’in. Kaya’ MANJI+FEINT+CLUTH KICK, ato HANDBRAKE+SHIFT LOCK, dan laen2 sesuai kebutuhan speed en tikungan yang mao diambil.

TIPS SLALOM MOBIL

Sunday, June 29th, 2008
TIPS SLALOM MOBIL
Asah ketangkasan mengemudi anda dengan mengikuti 9 langkah slalom berikut ini:
1) Utamakan posisi, kemudian baru kecepatan. Memosisikan mobil dengan strategis lebih penting daripada mencoba mencapai potensi kecepatan yang tertinggi. Sebagai contoh, anda akan mengurangi lebih banyak waktu dengan memosisikan mobil mendekati cone daripada menambah kecepatan 1 atau 2 km/jam. Hal yang sama berlaku juga untuk putaran 90 derajat. Dan posisi sangat integral juga untuk kecepatan karena apabila anda tidak berada di posisi yang benar maka anda tidak bisa mendapatkan kecepatan yang maksimum.
2) Belok lebih awal. Untuk mencapai kecepatan tinggi ruang untuk berbelok mesti lebih leluasa. Dan satu cara untuk mendapatkannya anda mesti membelok lebih awal.
3) Rem lebih cepat, namun tidak terlalu kuat. Menunggu sampai kemungkinan detik terakhir ketika mendekati suatu tikungan dan kemudian menginjak rem di posisi yang tepat supaya mencapai kecepatan yang diinginkan sangatlah sulit untuk dilakukan secara konsisten. Lebih baik anda menginjak rem lebih awal dan tidak terlalu keras maka anda nantinya bisa menambah atau mengurangi intensitas rem ketika anda mendekati titik tikungan. Ini akan membuat laju mobil anda lebih konsisten dan mulus.
4) Angkat pedal gas lebih awal daripada menginjak rem kemudian. Melanjuti aturan #3, ketika anda merasa perlu untuk mengurangi kecepatan, lakukan dengan mengangkat pijakan kaki dari pedal gas. Dengan ini dampak buruk terhadap mobil dapat dikurangi, lebih mudah dilakukan dan lebih konsisten.
5) Lebih mudah menambah kecepatan di belokan daripada menguranginya. Apabila anda berada di bawah batas kecepatan, pijakan yang ringan di pedal gas akan menambah kecepatan lebih tanpa tambahan efek samping. Tapi di lain pihak, apabila anda terlalu cepat dan ban mobil mulai terasa goyah, maka yang anda bisa lakukan adalah mengurangi gas dan menunggu sampai ban menggunakan tambahan kekuatan tersebut menjadi asap dan panas. Jangan gunakan ban anda sebagai rem!
6) Gunakan kaki kanan -bukan roda kemudi- anda untuk memodulasi posisi mobil. Dalam sebuah belokan, di saat anda menentukan posisi steering yang tepat untuk menjaga posisi belokan, mengangkat pedal gas sedikit akan membuat mobil mendekati sisi cone. Sebaliknya, dengan sedikit menambah gas akan menggerakkan mobil menghindari cone. Lebih mudah untuk membuat koreksi kecil dalam posisi dengan variasi slip-angle ban daripada menggunakan steering wheel.
7) Kendali roda kemudi sedikit dilepaskan, kemudian tambah tenaga. Apabila mobil menggunakan semua kapasitas ban untuk membelok, maka anda tidak bisa lagi melakukan penambahan kecepatan.
8) Untuk slalom, mendekati cone sangat penting untuk mendapatkan kecepatan tinggi. Untuk mendekati, anda mesti mengurangi laju mobil, yang berarti ruang berbelok yang lebih luas.
9) Tangan mengikuti mata, mobil mengikuti tangan.

10) Amati rute jalan, jangan hanya memandang ke depan. Otak anda hanya akan beroperasi