Archive for the ‘Tips & Trik’ Category

Belajar menghindari aquaplaning

Sunday, June 29th, 2008

Belajar menghindari dan mengatasi mobil yang melayang di atas air (aquaplaning).

Aquaplaning terjadi bila air di depan ban mobil berkumpul lebih cepat daripada yang dapat didorong oleh berat mobil Anda. Tekanan dari air mengangkat mobil Anda sehingga melayang di atas air yang ada di antara ban dan permukaan jalan. Pada saat itu, mobil Anda akan kehilangan kontak dengan permukaan jalan, dan Anda dapat slip atau keluar dari lajur Anda bahkan keluar dari jalan. Untuk menghindari situasi ini, tekanan ban harus selalu diperiksa. Alur ban juga harus cukup dalam. Jika perlu, ban harus diganti. Kurangi kecepatan bila jalan basah, dan hindari genangan air. Usahakan mengikuti jejak yang ditinggalkan ban-ban mobil di depan Anda. Kalau Anda merasakan mobil melayang di atas air, jangan menginjak rem atau memutar kemudi secara medadak. Ini akan membuat mobil Anda slip. Lepaskan injakan pada pedal gas sampai kecepatan mobil berkurang dan Anda kembali merasakan cengkeraman ban pada permukaan jalan. Jika mobil Anda di lengkapi ABS, injak rem secara normal. Komputer di sistem rem akan melakukan pemompaan sendiri bila diperlukan.

Teknik Pengereman

Sunday, June 29th, 2008
Teknik Pengereman
Pengereman merupakan tindakan pencegahan terhadap benturan. Lakukan dengan cara yang benar. Ada beberapa teknik pengereman yang dikenal, yaitu Normal Braking (ease and squeeze), Threshold dan Pulse.
Bila kendaraan sudah dilengkapi ABS, Anda tinggal tekan pedal rem sekeras mungkin tanpa takut ban mengunci, mobilpun masih bisa dikendalikan.
Bila tak dilengkapi ABS, lakukan teknik Threshold, dimana Anda menginjak pedal sekeras mungkin tapi jangan sampai roda mengunci. Jika ban mengunci, kurangi injakan rem. Ingat, selalu jaga kekuatan injakan di titik kritis.
Dengan teknik Pulse, buatlah pulsa injakan rem dengan cara menendang keras pedal berulang kali sampai mobil berhenti. Semakin cepat dan kuat tendangan, makin cepat pula kendaraan berhenti. Cara ini efektif di jalan yang licin.
Perlu diperhatikan pula kondisi jalan saat melakukan pengereman. Jalan licin, jalan tanah atau jalan rusak, maupun jalan dengan polisi tidur membutuhkan teknik dan kemampuan pengereman yang sesuai.
Satu hal lagi, pengereman akan optimal bila Anda tidak panik!

Menembus Banjir

Sunday, June 29th, 2008
Menembus Banjir
Banjir bukan halangan di jalan jika Anda bisa mengantisipasinya dengan tepat.
  1. Pastikan Anda hapal dengan rute jalan.
  2. Cermati genangan air. Bila setinggi setengah ban, keadaan masih normal.
  3. Lewati genangan secara perlahan.
  4. Jaga kecepatan secara konstan karena bisa membantu menciptakan gelombang haluan di sisi mobil sehingga ruang mesin aman, jangan menginjak pedal kopling (setengah kopling, pakai gigi rendah gigi 1) dengan rpm sekitar 1.500 atau 2.000 dan usahakan tidak berhenti ditengah-tengah.
  5. Hindari percikan air membasahi mesin dengan cara mematikan AC saat menerjang banjir.
  6. Bila sudah melewati genangan, jalan perlahan dan injak pedal rem setengah untuk mengeringkan kampas rem yang basah. Bila dibiarkan basah bisa berakibat rem blong.

Situasi Darurat

Sunday, June 29th, 2008

Situasi Darurat

Siapapun tak bisa mengelak dari situasi darurat yang selalu datang tak terduga selama perjalanan. Berikut tips yang bisa Anda terapkan bergantung situasinya.
  1. Understar (moncong mobil tak mau belok di tikungan)
    Jangan banting stir. Kurangi putaran roda kemudi secara bertahap. Lalu kurangi tekanan pedal gas secara halus untuk mengembalikan titik berat kembali ke bagian depan mobil.
  2. Oversteer (bagian belakang terlempar menjauhi mulut tikungan)
    Hindari akselerasi atau deselerasi secara mendadak. Lakukan counter steer, lalu akselerasi secara halus dan bertahap.
  3. Rem blong
    Segera pompa pedal rem. Pindahkan perseneling ke gigi lebih rendah. Bila sistem rem gagal, gunakan rem tangan dengan tetap menahan tombol pengunci. Lalu pinggirkan ke tempat yang aman untuk berhenti.
  4. Pecah ban
    Kendalikan stir dengan pasti. Pindah perseneling ke gigi lebih rendah secara halus dan bertahap. Jangan injak rem. Saat mobil dapat dikendalikan, injak rem secara bertahap sampai berhenti total.
  5. Mesin mendadak mati
    Pinggirkan kendaraan ke tempat aman. Beri sinyal dan nyalakan lampu emergensi (hazard). Pasang segitiga pengaman, lalu panggil bantuan.
  6. Kebakaran di mobil
    Segera tepikan kendaraan di tempat aman, lalu keluar menjauh dari mobil. Bila api terlalu besar, jangan nekat memadamkan sendiri dengan air karena kurang efektif untuk kebakaran dari bahan bakar dan oli. Segera panggil bantuan.

Mengurangi Rasa Lelah Saat Berkendara

Sunday, June 29th, 2008

Selain keamanan, kenyaman saat berkendara adalah faktor lain yang harus dipikirkan oleh setiap penumpang mobil. Apalagi kalau jarak yang ditempuh cukup jauh dengan kondisi lalu lintas yang padat.

Rasa lelah yang muncul terutama pada bagian punggung, leher dan kaki adalah keluhan yang kerap terdengar dari mulut mereka yang habis berkendara dengan mobil. Padahal untuk mengurangi rasa lelah tersebut, ada beberapa cara sederhana yang dapat dilakukan, baik itu oleh pengemudi mobil atau penumpang yang lain. Simak berikut ini :

1. Gunakan bantal kecil di headrest atau di belakang tulang leher agar rasa lelah pada bagian ini bisa berkurang. Anda bisa mendapatkan bantal ini dengan mudah di pasaran. Jika tidak ada, Anda dapat menyiasatinya menggunakan gulungan handuk yang dilingkarkan pada leher.

Hal ini juga berlaku bagi penumpang, apalagi yang hendak tidur. Posisi kepala yang miring atau tertunduk saat tidur tentu akan memberi rasa nyeri yang luar biasa saat terbangun. Karena itu gunakan bantal, handuk atau benda empuk lain yang bisa menyanggah kepala.
2. Bagi pengemudi, atur jarak jok dengan kemudi sedekat mungkin dengan tidak melupakan unsur kenyamanan. Posisi ini dapat membuat lutut pengemudi berada sedikit lebih tinggi dari pinggul dan kaki pun tidak menggantung di ujung jok. Kaki yang menggantung dikhawatirkan menghambat aliran darah ke kaki, selain itu posisi ini membuat pengemudi tak perlu menginjakkan kaki terlalu “dalam” saat menginjak rem atau kopling.
3. Hendaknya jangan meletakkan dompet di kantung celana bagian belakang saat duduk di dalam mobil karena akan mempercepat atau menambah rasa lelah. Untuk itu letakkan dompet di dalam tas atau di dalam dashboard agar tidak mengundang maksud jahat orang di sekitar.
4. Jika memungkinkan, gerakkan bagian badan seperti jemari kaki dan tangan, pinggul dan leher agar peredaran darah bisa kembali lancar. Anda bisa melakukan ini di lampu merah atau ketika terjebak di kemacetan.
5. Jika rasa lelah atau nyeri pada leher atau punggung sudah tak tertahankan, menepilah sejenak untuk turun sambil melakukan peregangan paling tidak selama 5 menit. Hal lain yang bisa dilakukan adalah berjalan di sekitar mobil agar darah bisa mengalir lagi dengan lancar ke seluruh bagian tubuh.
6. Terakhir, rajin-rajinlah berolahraga agar tubuh tidak cepat mengalami kelelahan saat berkendara. Tak perlu olahraga yang berat, jogging, berjalan kaki atau lompat tali secara teratur dirasa cukup untuk mengatasi hal ini.

Wiper tidak berfungsi pada saat hujan

Sunday, June 29th, 2008

Wiper tidak berfungsi pada saat hujan

  1. Aktifkan penyejuk udara (AC) untuk mencegah terjadinya pengembunan pada kaca.
  2. Turunkan kaca jendela sampai ada lubang untuk udara luar masuk.
  3. Bila ada, taburkan serbuk teh pada kaca depan bagian luar agar air dapat mengalir.
  4. Berkendaralah pada jalur lambat agar tidak mengganggu pengendara lain

Saat ban kempes

Sunday, June 29th, 2008

Saat ban kempes

  1. Untuk mencegah steer susah dikendalikan yang akan membahayakan penumpang, perlu dihindari menekan pedal rem secara tiba-tiba.
  2. Atur arah kendaraan agar tidak membahayakan bagi penumpang maupun pengendara lain.
  3. Lakukan pengereman dengan menurunkan gigi percepatan secara bertahap hingga kendaraan berhenti. Jangan panik dan tetap konsentrasi pada arah kendaraan.
  4. Bila tidak ada ban pengganti, atasi ban kempes dengan memasukkan cairan power glue pada bagian ban yang bocor.

Saat mengalami rem blong atau rem macet

Sunday, June 29th, 2008

  1. Turunkan kecepatan kendaraan dengan memindahkan gigi perseneling yang lebih rendah secara bertahap (5-4, 4-3, 3-2, 2-1).
  2. Setelah kecepatan kendaraan menurun, lakukan pengereman dengan menggunakan rem tangan.
  3. Apabila pada bahu jalan terdapat rumput, gunakan bahu jalan yang berumput tersebut untuk membantu menghentikan kendaraan

Cara Merawat Velg

Sunday, June 29th, 2008

Jakarta - 1. Segera bersihkan velg jika terkena guyuran hujan ataupun melewati genangan air. Kotoran yang terlalu lama menempel bisa mengakibatkan pelek anda tak mulus lagi sekalipun sudah dibersihkan.

2. Bersihkan dengan lap secara perlahan. Jika takut tergores, bersihkan dengan menggunakan air terlebih dahulu baru keringkan dengan lap bersih.

3. Untuk velg yang permukaannya krom, gunakan crome polish yang biasanya dalam bentuk gel dengan kemasan menyerupai odol. Tinggal dioleskan kemudian digosok dengan menggunakan lap khusus micro fiber.

4. Lapisi juga velg krom dengan wax. Ini berfungsi untuk melapisi velg dari air dan kotoran sehingga mudah di bersihkan.

5. Kondisi velg kotor yang terjemur, bisa memperganas tumbuhnya jamur dan merusak krom. Daripada harus melapis ulang atau mengganti dengan yang baru, merawat dapat menghemat pengeluaran anda bukan?

teknik merawat interior

Sunday, June 29th, 2008

Menjaga dan merawat mobil pastinya tidak melulu hanya pada bagian luarnya saja. Ini untuk menciptakan kenyamanan dalam berkendara menjadi syarat mutlak bagi para pengemudi. Ingin menjaga kondisi dalam mobil anda, ikuti langkah-langkah berikut:

1. Dashboard
Gunakan lap yang lembut untuk dan cairan pembersih khusus (lebih baik dalam bentuk spray). Usap secara perlahan hingga ke bagian yang terpencil.

2. Kaca
Termasuk di dalamnya kaca spion luar, tengah, maupun kaca jendela. Tidak hanya cukup dengan kemoceng atau lap basah, tapi gunakan kertas koran yang dibasahi terlebih dahulu. Usap dengan cermat agar tidak ada noda yang menempel, ulang beberapa kali. Sesekali berikan obat anti jamur untuk kaca.

3. Lantai mobil
Angkat karpet dengan hati-hati, jangan sampai kotoran yang ada di atasnya jatuh ke lantai mobil. Sikat lantai mobil dengan sikat yang agak keras dan kering sehingga kotoran serta kerak-kerak ikut terangkat karena dapat meninggalkan bau dan merusak.

4. Karpet mobil
Bila berupa karet dapat disikat dengan air sabun kemudian bilas dan keringkan. Letakkan kembali di lantai mobil yang sudah benar-benar kering. Untuk yang berupa karpet bulu dapat dicuci dengan mesin vacuum cleaner, setelah kering baru dipasang.

5. Jok
Bila berbahan dasar kain, lebih baik anda memiliki cadangan agar pada saat yang satu masuk ke laundry bisa memakai yang lainnya. Jika berbahan kulit, dapat dibersihkan dengan cairan permbersih interior khusus. Jangan membiarkan kotoran terlalu lama di jok anda, karena akan merusak dan meninggalkan bekas.